All about Ai (Love)

Bagi kalian yang menganggap diri kalian seperti Otaku (uhuk Weboo) atau orang yang senang sedikit berbahasa jepang dicampur-campur layaknya gado-gado (apa ini?) dan kadang saat melihat lawan jenis yang kalian suka (uhuk...), kadang kalian pasti langsung saja ada yang bilang Aishiteru ke orang itu.



Tapi tau kah kalian? ternyata dijepang terdapat tingkatan untuk pengucapan kata Cinta atau yang bisa kita sebut dengan Ai, dari tingkatan biasa sampai ke jenjang yang lebih serius. tapi apa kalian sudah tau definisi dari kata Cinta tersebut dalam bahasa Jepang?

Dalam kamus Jepang kata Cinta dapat diterjemahkan dalam kata "Ai" Frase "aisuru" (愛する) memiliki arti "untuk mecinta", sedangkan  "aishiteru" (愛してる) adalah bentuk baku yang tepat untuk mengatakan "saya cinta kamu". Tapi dalam kata "Aishiteru" terdapat makna yang sangat dalam, dan hanya digunakan untuk pasangan yang sudah menikah. karna orang Jepang jarang mengungkapkan kata-kata cinta seperti orang barat, dan ini beberapa tingkatan Cinta bagi orang Jepang :

Perbedaan kata "cinta" bagi orang Jepang

  1. Suki da (好き だ) --> Pengungkapan kata cinta buat pacar (baru jadian)
  2. Koishiteru (恋してる) --> Buat yang udah lama pacaran, yang akan mau nikah/tunangan
  3. Aishiteru (愛し てる) --> Jarang dipake soalnya punya makna yang lebih dalam lagi,
Bila kalian mengatakan "Aishiteru" untuk pacarmu, pasti akan merasa risih dan kikuk. contoh yang bisa kalian lihat mungkin di Anime atau Manga. dan ini beberapa kata yang Umum untuk diucapkan

  • "suki" (好き), atau "suka"
  • "daisuki" (大好き), atau "sangat suka"
  • "suki da yo" (好きだよ), diucapkan oleh pria
  • "suki yo" (好きよ) diucapkan oleh wanita
  • "suki desu" (好きです), "suka" dengan pengucapan yang lebih sopan
  • "suki yanen" (好きやねん) "suka" dalam dialek Kansai-ben
  • "daisuki desu"(大好きです)"sangat suka" dengan pengucapan yang lebih sopan
Ada juga kata lain untuk mengartikan "cinta", yaitu "koi"(恋). Keduanya, baik karakter kanji "ai" ataupun "koi" memiliki karakter kanji "kokoro" (心) atau "hati", seperti yang terlihat pada gambar di bawah :

Dari kiri ke kanan, kanji "kokoro", "ai" dan "koi"
Apa bedanya "koi" dan "ai"? "Koi" lebih mengarah kepada cinta terhadap lawan jenis, atau kerinduan kita kepada orang tertentu, menggambarkan "cinta yang romantis" atau "cinta yang membara". Sedangkan, "ai" selain memiliki arti yang sama seperti "koi", tetapi juga memiliki arti perasaan cinta pada umumnya. Intinya, "koi" adalah arti cinta yang lebih egois, selalu ingin memiliki, tapi "ai" adalah cinta yang sesungguhnya, selalu ingin memberi.
Contoh penggunaan "ai" dalam kata:
  • aidokusho 愛読書 = salah satu buku favorit
  • aijin 愛人 = kekasih
  • aijou 愛情 = kasih sayang
  • aikokushin 愛国心 = patriotisme
  • boseiai 母性愛 = kasih ibu
Contoh penggunaan "koi" dalam kata:
  • hatsukoi 初恋 = cinta pertama
  • hiren 悲恋 = sad love
  • koibito 恋人 = pacar
    • kareshi (彼氏) "pacar laki-laki"
    • kanojo (彼女) "pacar perempuan"
  • koibumi 恋文 = surat cinta
  • koigataki 恋敵 = rival cinta
  • koi ni ochiru 恋に落ちる = jatuh cinta kepada
Tapi Taukah kalian? bahwa cara orang jepang menyatakan cinta jauh lebih sulit dan ribet ketimbang cara mrnyatakan cinta orang Indonesia. Mau tau? Ikutin teruss ..

Pernyataan cinta di Jepang dibandingkan dengan negara-negara lain itu sangat minim, dan hampir sedikit kata-kata cinta ada pada percakapan sehari-hari, hal ini justru bukan karena orang Jepang tidak menghargai kata-kata cinta, malah sebaiknya, kata-kata cinta atau ungkapan cinta di Jepang merupakan suatu hal yang besar serta orang Jepang lebih pemalu daripada orang barat. Perlu Anda ketahui, ada beberapa keunikan orang jepang dalam menyatakan cinta:

1. Penggunaan kata Aishiteru

Aishiteru yang berarti aku mencintaimu, adalah kata-kata cinta yang tidak boleh dipergunakan selain dari acara resmi.

2. Ucapan Cinta Harus Berbeda

Di Negara kita, mungkin yang paling umum dikatakan oleh orang yang jatuh cinta adalah aku suka kamu, atau aku cinta kamu ketika pertama kali digunakan untuk mengungkapkan kata cinta pertamanya. Namun di Jepang, ucapan cinta laki-laki dan wanita harus berbeda, lelaki yang mengatakan jatuh cinta atau cinta kamu harus menggunakan kalimat "Aishiteu Yo" sedangkan perempuan lebih sering mengucapkan kata cinta dengan kalimat "Aishiteru Wa."

3. Ada Kata Cinta Untuk Umum

Begitu banyaknya kalimat cinta, ada kata-kata yang digunakan untuk umum yaitu"Daisuki." Ucapan cinta untuk sesama yang lain.

4. Cara Pengucapannya

Ternyata, cara mengucapkan cinta di Jepang harus punya aturan, mengucapkannya tidak boleh santai, dan pitc kontrolnya harus jelas, atau fase kosakata yang diucapkan harus benar. hal ini ditekankan karena orang Jepang tidak main-main menggunakan kata-kata cinta. Wah, jika begitu, kalah dong orang yang ingin menjadi bintangnya Indoseian Idol .. hehehhe.

5. Ada tingkatannya

Maksudnya adalah, orang Jepang harus mencari kosakata yang pas dalam mengungkapkan cintanya. Disana, ucapan cinta "Kimi Wa Ai Shiteru" adalah ucapan yang harus diucapkan jika keduanya benar-benar serius, biasanya adalah ucapan cinta untuk mengajak kepelaminan ataumenikah. Jika salah satu dari keduanya masih ada yang belum serisu dengan komitmen yang akan dijalin nantinya, maka kata-kata ucapan cinta yang harus digunakan bukan itu lagi, melainkan diganti dengan kata-kata "Taisetu."

Nah? setelah mengetahui Cara Orang Jepang Menyatkan Cinta, pastilah kita akan berpikir memang benar-benar ribet. hehehe, tidak semudah yang kita lakukan disini, bahkan setiap hari kata-kata cinta terus-terusan ada, baik di facebook, twitter dan media social lainnya. Maka dari itu, ada pelajaran yang harus dipetik dari orang jepang, yaitu:


"Ucapkanlah cinta kepada orang yang tepat, karena bila salah dalam mengucapkannya akan berdampak sakit hati yang luar biasa nantinya, ada cara lain agar tak sakit hati, yaitu meyakinkan diri terlebih dahulu sebelum benar-benar melepaskan panah cinta ke hati orang yang dituju"

Pengucapan Bahasa Jepang

Mungkin diantara kalian belum ada yang bisa mengucapkan bahasa jepang yang benar, atau malah hanya mengikuti tulisan dari Romajinya saja tanpa berpikir apa itu benar atau tidak. atau bahkan ada kalanya banyak orang yang tidak peduli dengan pengucapan kalian benar atau salah, dan tanpa kalian sadari beberapa orang yang mengerti bisa bingung dengan apa yang kalian ucapkan ^^




Sedikit Tips penting pengucapan bahasa Jepang supaya terdengar alamiah yang sering tidak dicantumkan dalam buku teks.
1. “Ou” dibaca “oo” (bunyi o panjang), bukan “ow”.belajar bahasa jepang 


2. “N” paling sering dibaca “ng”,
 

3. tetapi bisa juga “n” jika diikuti bunyi berawalan t, d, s,
 

4. atau dibaca “m” jika diikuti bunyi berawalan b. 
Contoh:
“Sentaku” (cucian) tetap dibaca “sentaku”.
“Sansai” (usia 3 tahun) tetap dibaca “sansai”.
“Sanbyaku” (tiga ratus) dibaca “sambyaku”,
“ganbaru” (berjuang) dibaca “gambaru”.
“Nihon” (Jepang) dibaca “nihong”.
“Man’ga” (komik) dibaca “mangga”.
 

5. Huruf hidup di antara dua suku kata seringkali hilang. Maksudnya? 
Misalnya,
“gakusei” (pelajar) dibaca “gaksei” (u-nya hilang tuh)
“hajimemashite” (salam kenal) dibaca “hajimemashte” (i-nya hilang)
“sentakuki” (mesin cuci) dibaca “sentakki” (u-nya hilang)
“shougakukin” (beasiswa) dibaca “shoogakkin” (u-nya hilang)
 

6. “desu” dan “masu” di akhir kalimat sering dibaca “des” dan “mas” (u-nya hilang).
 

Berikut ini juga saya sertakan beberapa nama software untuk mempelajari bahasa jepang sebagai pemula.
1. BEG_JAP
Software bahasa Jepang dengan sistem belajar bahasa komprehensif yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pemula.
2. EVE_JAP
Software yang dirancang untuk membuat belajar bahasa Jepang secara mudah . Cukup titik, klik, mendengarkan dan ulangi apa yang telah kamu dengar dari pembicara asli.
3. Grammar Lesson
Digunakan untuk mempelajari grammar dalam memakai Bahasa Jepang
4. JIP
Digunakan untuk mempelajari Pronounciation dalam berbahasa Jepang
6. NHk, NHK 2
Didalamnya terdapat beberapa percakapan sehari-hari dalam bahas jepang yang diperlihatkan dengan cara visual.
7. Nihonggo O Narau
Digunakan untuk mempelajari kanji


Semoga bermanfaat ^^
untuk Link software mungkin nanti akan saya berikan dan edit ulang ^^

Keuntungan Mempunyai Payudara Kecil/pettan

Mungkin ini sedikit hal yang aneh, namun kebanyakan wanita menginginkan memiliki Payudara yang besar. sampai rela merogoh koceknya untuk operasi pembesaran Payudara, tapi kenyataannya sering berbanding kebalik, kadang wanita yang sudah memiliki payudara yang besar menginginkan memiliki payudara yang kecil. Apa lagi dengan adanya S-Line yang membuat banyak wanita menginginkannya (dada besar dan pantat besar). tapi ada juga beberapa wanita yang tidak begitu menghiraukannya malah mereka mengakali cara berpakaian yang membuat payudara mereka terlihat Montok.



Dalam kenyataannya, semua wanita diciptakan berbeda. Bentuk tubuh, apalagi payudaranya, juga berbeda. Sudah sepatutnya kita mencintai tubuh kita apa adanya, dan merawatnya supaya tetap cantik dan indah dilihat. Ketika kita sudah mampu menerima diri kita apa adanya, dan menikmati bentuk tubuh yang diberikan oleh Tuhan, kita akan memperoleh kepercayaan diri. Mendapatkan keyakinan ini enggak susah, kok. Cukup dengan mengingat berbagai keuntungan yang kita rasakan dengan memiliki payudara berukuran kecil.

1. Jika payudara Anda mungil, Anda akan terhindar dari tatapan-tatapan mupeng para pria yang Anda temui di jalanan. Hal inilah yang paling dikeluhkan wanita yang memiliki payudara besar. Ketika berbicara dengan rekan sekantor atau klien, pria juga akan langsung menatap mata Anda, bukan bagian tubuh yang lain.

2. Dengan payudara yang mini, Anda bisa bebas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya tanpa mengkhawatirkan guncangan-guncangan yang terasa tidak nyaman di bagian torso. Wanita yang berdada besar dan tidak menggunakan bra yang sesuai ukuran dan bentuk payudara akan mengalami ketidaknyamanan ini. Guncangan tersebut juga (lagi-lagi) mengundang perhatian para pria.

3. Jika rekan Anda yang berdada penuh mulai berkeluh-kesah karena payudaranya turun akibat gravitasi dan usia yang bertambah, tidak demikian dengan Anda. Wanita dengan payudara mini tidak akan khawatir payudara akan menurun, bahkan setelah mempunyai anak.

4. Tidak risih ketika harus berdesakan dengan orang-orang lain di dalam bus kota atau kereta api dalam kota. Risiko bersinggungan dengan tubuh orang lain di bagian dada (khususnya pria!) juga minim.

5. Tidak mengalami sakit punggung karena menahan payudara yang berat. Wanita yang berpayudara besar biasanya juga menderita karena tali bra yang mengikat punggung dan pundak mereka.

6. Anda bisa tidur telungkup tanpa merasakan ketidaknyamanan di bagian dada. Ketika Anda berbalik untuk telentang, kedua payudara akan kembali ke tempat di mana seharusnya, dan bukannya "terjatuh" ke samping kiri dan kanan.

7. Tidak ada supermodel yang memiliki payudara besar, karena pakaian didesain untuk wanita yang bertubuh rata-rata. Anda tidak akan mengalami kesulitan mencari atasan yang pas, hanya karena bagian dadanya tidak bisa dikancingkan.

8. Saat di rumah, Anda bisa melepas bra. Anda bisa mengurangi rasa sakit akibat kawat pada bra yang berfungsi menyangga payudara. Bahkan mungkin Anda tidak memerlukan bra yang menggunakan kawat.

9. Tidak semua pria menyukai wanita dengan payudara besar. Pria kebanyakan akan menyukai payudara yang berukuran sedang, namun Anda yang payudaranya berukuran mini pun tak perlu khawatir. Sex appeal seseorang tidak ditentukan oleh ukuran payudaranya, dan pria tahu sekali hal itu.

so, buat kalian yang berpayudara kecil jangan berkecil hati. Karna kalian akan terhindar dari sakit pinggang dan guncangan yang kurang nikmat serta beberapa tatapan para Pria (kecuali yang memang memiliki kelainan sexsual).

well... yang penting syukuri aja apa yang ada ^^

Hime no Momiji

Author : Yuki Alice
Tema : Merahnya Momiji di Kyoto
Genre : Angst, Mystery, Drama
Rating : T
Judul : Hime no Momiji
Fandom : Kamisama no Inai Nichiyoubi
DISCLAIMER:
Kaminai ©Irie, Kimihito


"Ah… menyenangkan bukan? Apa kamu tahu apa yang sedang tertawa dalam kegelapan?"

 "Jangan pergi… bersamalah denganku! Bersatu dalam satu tubuh, satu darah."

Rasanya bercampur aduk, aku kedinginan dalam kehangatanmu... darahmu....
_..._..._
Normal POV
"Berita pagi ini, Alis Color  seorang petugas pegiriman barang dari Perusahaan XX ditemukan dalam keadaan mengenaskan."

Membosankan, setiap pagi beritanya selalu seperti ini. Lama-lama kota ini akan habis! Kita akan kelaparan! Carilah!

"!" aku kaget, bisikan ini menghatuiku. Siapa? Bukan.. lebih tepatnya, apa!? Apa yang ada ditubuhku?

Boleh aku keluar? Aku mulai kelaparan!

Terdengar lagi bisikan itu, bahkan semakin sering aku mendengarnya. Membuatku takut pada apa yang ada didalam diriku.

Hampir setiap hari tayangan di TV berkisar tentang pembunuhan terus-menerus, begitu pun di koran entah kenapa tempat ini sekarang seperti menjadi sarang pembunuhan.

“Hime-sama!”

“!”

Lamunanku buyar saat suara yang amat ku kenal memanggilku. Kualihkan pandanganku ke arah suara itu. Sesosok pemuda yang amat kukenal.

“Kiriko?”

“Habiskan makananmu, nanti keburu dingin.”

“Hm baiklah… dan tolong panggil aku Ulla saja.”

Aku melanjutkan acara makanku yang tertunda karena terlalu fokus dengan berita pagi ini. Kiriko yang selalu melayaniku hanya menungguku sampai menyelesaikan makanan. Dia tetap diam tanpa banyak bicara.

“Goschisousamadeshita.”

Saat aku beranjak dari tempat dudukku, kulihat ada sesuatu yang sepertinya disembunyikan oleh Kiriko dariku. Walau aku tahu, mereka yang ada disekelilingku pasti selalu menyembunyikan sesuatu tentangku.

Kulangkahkan kakiku kehalaman belakang kuil, daun-daun pohon momiji sudah mulai memerah…, merah seperti warna darah begitu cantik dan menawan.

Bukankah warna itu membuatmu begitu lapar juga?

“!” lagi-lagi bisakan itu, sebenarnya apa yang ada didalam diriku? Lapar! Entah kenapa aku merasa lapar! Tenggorokanku terasa kering!

“Ulla!!”

Tatapanku mulai samar-samar saat Kiriko datang mendekatiku, rasa lapar ini membuat kepalaku sangat sakit dan berat. Entah apa yang terjadi selanjutnya kesadaranku telah hilang begitu saja.
_..._..._
Normal POV

“Darah… aku mau darah…”

“Tapi kau baru saja membunuh seseorang semalam…”

“Aku lapar! Berikan aku mangsa lagi!!”

“Bisakah kau menahannya? Sampai malam tiba?”

Tangan Kiriko mengelus lembut pipi Ulla, ditatapnya dalam-dalam seseorang yang menguasai tubuh Ulla. Perasaan bersalah menyelimuti hati Kiriko, dia tau hal ini salah besar karena menggunakan tubuh Ulla sebagai wadah namun semua itu sudah terlambat bila ingin mengulangannya lagi.

“Aku sudah tidak bisa menahanya lagi!”

Ulla mulai berontak dan mencoba kabur dari Kiriko, Kiriko yang berusaha agar Ulla atau lebih tepatnya sesuatu yang ada didalam tubuh Ulla tidak keluar dari lingkungan kuil dan membuat kekacauan di Kyoto saat siang hari menahannya.

“Kumohon… bersabarlah sebentar lagi…”

Ulla hanya diam dan menatap Kiriko dalam-dalam meyakinkan dirinya agar Kiriko tidak akan menipunya lagi, agar dia tanpa harus kabur secara sembunyi-sembunyi untuk mencari makanannya.

“Baiklah. Tapi bila kau menipuku lagi, tubuh ini akan ku buat menderita.”

“A…aku mengerti .”

Saat itu juga kesadaran Ulla hilang kembali, dia tertidur dengan tenangnya bagaikan tidak memikul beban yang berat. Kiriko menatap tubuh Ulla yang bersandar di dadanya, dibawanya tubuh gadis itu ke kamarnya.

“Maafkan aku Ulla… aku tidak dapat melindungimu.”

Ucapan Kiriko begitu pelan, seakan ia tak ingin didengar oleh siapapun.
_..._..._

Normal POV
Langit senja yang berwarna merah membuat daun-daun momiji menjadi semakin indah, namun di sisi lain keindahan itu terlihat menyeramkan. Bagaikan lautan darah yang menghiasi Kyoto. Angin malam mulai terasa menyengat, hari demi hari hawa musim dingin semakin dekat dan semakin banyak juga daun-daun momiji yang berguguran.

“Sudah waktunya…”

Ulla terbangun dari tidurnya, namun bukan itu Ulla yang sesungguhnya melainkan iblis yang bersemayam dalam tubuhnya. ‘Chi’ yang ditulis dengan kanji ‘darah’. Mungkin itu adalah nama yang cocok untuk iblis itu dan suasana musim gugur di Kyoto yang bagaikan darah.

Kiriko yang mengetahui kalau Chi akan bangun telah berada di sampingnya sejak tadi dan akan membantunya keluar dari Kuil. Dengan jubah hitam yang dipakai Chi agar wajah Ulla tidak dikehatui orang-orang memudahkan Kiriko yang mencoba untuk membebaskannya.

“Kumohon… kembalilah secepatnya.”

Chi hanya memperihatkan senyuman liciknya dan pergi begitu saja.
_..._..._
Normal POV
Suasana malam di Kyoto sangatlah indah, kota ini tidak kalah dengan Tokyo yang padat setiap harinya. Banyak wisatawan yang masih berkeliling di Kyoto bahkan daerah wisata Kyoto yang jauh dari kerumunan dan hal ini membuat Chi semakin senang begitu banyak makanan untuknya, begitu banyak darah yang bisa ia nikmati untuk malam ini.

Kuil Gion sangatlah indah pada malam hari, lampion-lampion yang menghiasinya menyala dikegelapan malam. Walau tidak begitu banyak pengunjung namun cukup untuk melampiaskan hasrat Chi.

Saat seorang pria yang berpencar dari kerumunan kelompoknya guna mencari tempat untuk panggilan alamnya membuat Chi terpancing untuk mendekatinya. Saat pria itu semakin jauh dari kerumunan orang-orang Chi tersenyum, semakin mudah saja baginya untuk membunuh pria malang itu.

“Ahh… harus cepat-cepat!” ucap pria itu.

“Hehehe~”

“Apa itu!?”

Dengan perasaan takut sebisa mungkin dia mempercepat apa yang dilakukannya, namun Chi sudah berada dibelakang pria itu.

“Onii-chan… jangan nodai pohon Momiji…”

Wusshhh….

Hembusan angin yang kencang dalam kesunyian, darah sudah bercecer begitu saja dijubah Chi dan ditanah dekat pohon Momiji yang menjadi saksi bisu pembunuhan tersebut. Senyuman licik menghiasi wajah Ulla yang penuh penderitaan karna menjadi wajah Chi.

“Kurang… masih kurang… aku ingin lebih banyak lagi darah untukku…”

Malam yang dihiasi bulan purnama menjadi malam yang amat panjang, pembunuhan berantai yang dilakukan Chi sudah sangat banyak. Daun-daun Momiji yang berguguran seperti mempertandakan berapa banyak jumlah nyawa yang telah dikorbankan untuk Chi.

Malam semakin larut, dan lautan darah yang menghiasi hutan momijipun semakin meluas. Mayat-mayat semakin banyak berjatuhan dengan luka yang berbeda-beda. Namun semuanya memiliki sebuah kesamaan. Amat mengenaskan. Tubuh Chi yang sudah berbandikan darah membuatnya menikmati semua ini dan tidak mau berhenti.

“Ulla!”

Dari kejauhan terlihat Kiriko berlari tergesa-gesa saat melihat banyak mayat yang ada di hutan momiji. Chi yang melihat Kiriko hanya berdecak kesal dan membiarkan Ulla kembali mengambil alih tubuhnya. Saat Ulla kembali mengendalikan dirinya, dia pingsan begitu saja. Begitu banyak energi yang telah diambil oleh Chi, dengan sigapnya Kiriko langsung menangkap tubuh Ulla yang lemah tak berdaya.

“Maafkan aku Ulla.”

“Engg… Kiriko?  A…apa yang… terjadi?”

Kesadaran Ulla mulai terbentuk sedikit demi sedikit, dilihat sekelilingnya dengan samar-samar. Pemandangan yang mengerikan membuatnya takut, begitu juga tercium bau amis darah pada tubuhnya.

“Kiriko… apa yang sebenarnya terjadi?”

Kiriko hanya bisa diam, tidak dapat menjawab pertanyaan Ulla. Dibawanya Ulla pulang ke kuil dan berusaha menenangkan Ulla yang masih syok akan kejadian yang baru saja dilihatnya. Sesampainya dikuil Ulla langsung membersihkan dirinya begitu pun dengan Kiriko.

Malam yang semakin larut membuat Ulla tertidur setelah semua hal yang terjadi, dia masih bertanya-tanya tentang apa yang ada didalam dirinya. Semua orang pasti akan terus menutupi hal itu walau dia sudah mengetahui hal itu secara tidak langsung. Tanpa kepastian yang pasti dia telah menjadi pembunuh yang amat keji.
_..._..._
Normal POV
“Berita pagi ini telah ditemukan mayat-mayat di daerah Kuil Gion, mayat-mayat ini ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Tidak ada yang tau siapa dalang di balik pembunuhan berantai ini dan apa motif dari sang pembunuh, polisi masih masih menyelidiki kasus ini.”

Setiap pagi pasti akan ada berita tentang kita… ayo kita pergi dari tempat ini! Tempat ini akan habis! Kita akan kelaparan disini! Cepatlah!

‘Lagi-lagi bisikan itu, apakah aku tidak dapat menghentikannya!? Ku mohon siapa saja hentikan ini!!’

Kenapa kau begitu menderita? Seharusnya kau senang karna menjadi wadahku hahahaha!

“Hentikan… kumohon hentikan…”

Ulla berjuang keras agar dirinya tidak dikuasai lagi oleh Chi yang terus menerus bertambah kuat dan membuat tubuh Ulla semakin lemah untuk menahan beban dari kekuatan Chi. Ia hanya bisa menahan rasa sakit yang selalu menyiksanya, setiap kali Chi membunuh dan mendapatkan darah setiap kali itu juga kekuatannya bertambah.

“Hentikan… aku sudah tidak kuat…”

Ulla terus menerus menangis dan berharap semua ini selesai, di dalam pikirannya terus timbul pertanyaan yang tidak ada jawabannya, hanya dapat terus bertanya-tanya dalam kebingunan dan ketakutan akan apa yang ada di dalam dirinya.

Menyenangkan bukan? Saat dirimu tersiksa atau orang lain tersiksa? Bukankah itu indah?

Dalam kesunyian ruang makan di pondok kuil, tidak ada yang dapat membantu Ulla seakan semua telah terencana untuk tidak mendekatinya pada saat-saat seperti ini, mungkin julukan ‘Idol of Murder’ memang cocok untuknya. Dari memiliki kekuatan untuk membunuh sampai menjadi wadah dari dalang pembunuhan berantai yang terus terjadi.

Ulla Eulesse Hecmatika atau yang kita kenal sebagai Idol of Murder yang terlihat bukanlah seorang pembunuh, namun seseorang yang akan dibunuh oleh mahluk yang bersarang ditubuhnya.

“Ki…Kiriko….”

Ulla memanggil Kiriko dengan suara yang amat pelan, bahkan mungkin tidak akan terdengar oleh siapa pun, ditahannya sakit yang ada dikepalanya sambil berjalan mencari Kiriko. Bisikan itu terus menghantui pikiran Ulla, seberapa pun usaha Ulla untuk tidak mempedulikannya tapi bisikan itu terus saja membuat Ulla ketakutan.

Kenapa takut? Bukankah kau yang minta untuk bersatu denganku?

‘Apa!? Apa maksud dari bisikan itu? Walau aku tau kadang aku merasakan kedinginan dalam kehangatan yang sudah lama aku rindukan…’ tanya Ulla dalam hati.

“Ulla!!”

Kiriko mempercepat langkahnya mendekati gadis yang entah kenapa berjalan tanpa tentu arah dilorong Kuil, dan dengan sigap langsung menangkap tangan gadis itu agar dia berhenti.

Ulla menoleh kearahnya dengan tatapan kosong, semua pikiran dan kekuatannya telah dikuasai oleh Chi tapi dia sudah tidak menolak itu lagi bahkan dia sudah pasrah olehnya. Gadis itu merasa nyaman saat dia menguasai tubuhnya tanpa harus ada perlawanan. Mungkin inilah kenapa mereka bersatu dalam satu jiwa dan satu darah.

“Ulla! Sadarlah!!”

Gadis itu hanya dapat diam untuk menanggapi ucapan Kiriko, senyuman tipis dia tunjukan pada pemuda itu agar dia tau Ulla baik-baik saja dengan semua ini dan dia telah terima menjadi wadah Chi.

‘Aku tau, aku salah… membiarkan Chi merebut tubuhku, jiwaku, dan energiku… Namun dia begitu kuat, aku sudah tidak dapat menahan kekuatannya lagi.’

“Aku pasti akan menyelamatkanmu Ulla!!”

Air mata gadis itu keluar begitu saja saat melihat tekad Kiriko yang kuat.

‘Kenapa aku mudah menyerah begitu saja? Bukankah Kiriko akan menyelamatkanku? Tapi kenapa aku tiba-tiba merasa bersalah dengan Chi? Apa yang sebenarnya telah aku lewatkan?’
_..._..._
Normal POV

“Kalau begini terus nama kuil kita bisa tercemar!”

“Memang benar. Sebaiknya kita tidak usah membantu mereka dari awal.”

“Tapi anehnya saat kekuatan Ulla telah disegel, semakin banyak korban berjatuhan.”

“Sepertinya memang harus kita lalukan cara itu.”

“Apa maksud kalian?”

Saat para Pendeta berdiskusi, tanpa sengaja Kiriko mendengar obrolan mereka dengan tatapan bingung, kesal dan tidak percaya. Padahal Kiriko percaya dengan para pendeta yang akan membantu mereka tapi kenyataannya apa yang akan mereka lakukan pada Ulla?

“Hah, sepertinya kau memang harus tau…”

“Sesuatu yang berada didalam tubuh Ulla lah yang menekan kekuatan Ulla. Namun, kekuatan Ulla terlalu besar dan membuatnya tetap terus ingin membunuh walau bukan dengan cara awalnya.”

“Dan cara satu-satunya hanya dengan membunuh Ulla”

Mimik wajah Kiriko berubah dratis saat mengetahui apa yang akan mereka lakukan pada Ulla. Kenapa harus dengan cara itu? Apa tidak ada cara yang lain?

“Ke… kenapa harus membunuh Ulla?”

“Tidak ada cara lain, selain membunuh wadahnya.”

Kiriko diam dan mencerna semua ucapan para pendeta, apa dia tidak akan bisa menepati janjinya ke Ulla untuk menyelamatkannya? Dan melindunginya lagi? Perasaan Kiriko bercampur menjadi satu dalam memutuskan semua keputusan ini.
_..._..._
Normal POV
Disisi lain tanpa sengaja Ulla mendengar pembicaraan itu, diam membisu dalam kepastian yang menakutkan. Kenyataan yang kejam namun hanya itu yang hanya bisa dia lakukan, namun pikirannya masih dipenuhi oleh tanda tanya besar. Benar-benar buntu… tidak ada jalan keluar yang lain.

“Apa ini karma dari semuanya?”

Tatapan Ulla lurus kedepan, terus menatap daun-daun Momiji yang akan habis karna pergantian musim hampir tiba. Pikirannya terus menerawang mengingat kejadian yang sudah-sudah.

“Apa? Apa yang salah dengan semua ini?”

Bukankah ini bagus? Kau tak perlu lagi merasakan rasa sakit, penderitaan dan penyesalanmu lagi

“Aku tidak mau seperti itu! Hei Chi, siapa namamu sebenarnya?”

Dee, Dee Ensy Stratmitos… kau pasti tau nama itu.

Ulla terdiam dan mencoba mengingat nama Dee, dan yang terlintas dipikirannya adalah Alis Color seorang petugas pengiriman barang yang waktu itu mati dengan mengenaskan dan saat hari itu juga hari dimana kekuatan Ulla lepas kendali, yang membuatnya tidak sengaja membunuh dua orang dan yang ternyata orang itu Alis Color dan Dee Ensy Stratmitos.

Namun Dee terikat oleh kekuatan Ulla dan mencoba menyegel kekuatan Ulla. Dan ternyata berhasil walaupun banyak kelemahan dalam semua itu.

“Apa kau tak apa mati dua kali oleh orang yang sama?”

Pertanyaan yang membuat Dee terdiam dan tidak tau harus menjawab apa.
_..._..._
Normal POV
Pikiran yang menjadi satu dan bercampur aduk dari dua orang yang berbeda membuat Ulla hanya diam menatap daun-daun momiji yang ada dikuil dan tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Ulla...”

Suara yang parau namun masih dapat dikenali membuat Ulla menoleh dan menatap seseorang yang memanggil namanya. Senyuman polos dan manis Ulla berikan ke orang itu, dan rasa bersalah pun muncul di mimik wajah orang itu

“Ada apa Kiriko?”

Seakan tidak ada kesenjangan diantara mereka berdua. Dan Ulla pun juga pura-pura tidak mengetahui apa saja yang para pendeta katakana kepada Kiriko.

“Maaf…”

“Untuk apa?”

“Entahlah… aku hanya ingin minta maaf.”

“Kau tidak salah sama sekali Kiriko, jadi kau tidak perlu minta maaf”

Ulla tersenyum lembut sambil menatap Kiriko, dia tau apa alasan Kiriko minta maaf dan apa yang disembunyikan Kiriko. Tapi bagi Ulla tidak penting untuk meminta Kiriko agar terus menyelamatkannya… ini karma dia dan Ulla harus menerimanya.

“Nee… Kiriko… bila suatu saat nanti aku sudah tiada apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan menunggu sampai takdir mempersatukan kita kembali.”

“Hmm… ya… semoga..”

Malam yang larut dan panjang, bintang-bintang menghiasi langit malam dengan indahnya. Udara malam semakin menyengat tubuh sampai ketulang, Ulla merapatkan tubuhnya ke tubuh Kiriko untuk membuat tubuhnya dan tubuh Kiriko sedikit hangat.
_..._..._
Ulla POV
Sinar matahari pagi yang hangat menyinari pohon-pohon momiji, daun-daun semakin banyak yang berguguran. Aku yang tengah membersihkan halaman belakang kuil terus diawasi oleh para pendeta, aku tahu mengapa aku diawasi. Tapi aku tetap berpura-pura tidak tau dan tersenyum dengan manisnya ke para pendeta yang mengawasiku.

“Ya… aku tau sebentar lagi bukan? Seperti daun-daun momiji ini yang akan hilang berganti dengan salju.”

Kenapa kau diam saja? Kenapa tidak dibunuh saja kakek-kakek tua itu? Kalau pun dimakan juga tidak akan terasa nikmat…

Entah aku harus menjawab apa dari pertanyaan Dee, aku tidak bisa melakukan itu. Aku sudah terlalu banyak menyusahkan mereka, dan tidak mungkin aku melakukan itu.

“Bahkan bila kau memaksa, aku tetap tidak bisa melakukannya walau pun mereka punya niat buruk terhadapku.”

Kenapa? Bukankah mereka berniat membunuhmu!?

“Karena berkat mereka aku bisa merasakan melihat, berbicara tanpa membunuh seseorang… aku senang karena ini impianku sejak aku tau kekuatanku”

Dee terdiam, dia tau seperti apa perasaanku. Bagaimana rasanya bila memiliki kekuatan yang membuat tubuhmu tertutup dari dunia luar dan hanya berada dalam kesunyian tanpa ada yang berani mendekatimu.

Kau akan menyesal Ulla… kau akan menyesal bila tidak membuat mereka semua menderita dan membiarkan mereka yang menyiksamu…

Aku terdiam sambil tersenyum, mataku menatap langit pagi yang cerah, kulanjutkan acara menyapu halaman belakang kuil. Ya… mungkin kelak aku akan menyesal karna sesuatu yang lain didalam diriku terus berusaha menekan Dee agar menguasai tubuh ini lagi, perasaan haus akan darah dan kematian yang baru saja terhenti tiba-tiba bergejolak lagi didalam tubuhku.

Perasaan yang begitu kuat yang terus menguasai pikiran kami.
_..._..._
Normal POV
Langit mulai berubah menjadi merah, para pendeta dan Kiriko terus mendiskusikan tentang Ulla yang tidak ada jalan keluarnya. Semua tetap tenguh dengan ego mereka dan Ulla hanya dapat mendengarkan secara diam-diam.

Haus!! Aku haus!! Tenggorokanku sakit!! Beri aku darah!!

Jantung Ulla berdetak kencang dan tenggorokannya sakit seperti apa yang Dee katakan, Ulla melangkah pelan menjauh dari ruangan rapat para Pendeta dan Kiriko agar tidak ketahuan, namun tubuhnya yang lemah membuatnya menyenggol guci yang ada didekatnya dan menyebabkan suara ribut.

“Siapa disana?!”

Para Pendeta beranjak dari ruangan dan melihat siapa yang membuat suara ribut, mimik wajah mereka berubah saat melihat Ulla, tubuhnya pucat, tatapan mata kosong dengan hasrat membunuh yang kuat membuat para pendeta mencoba mencengah Ulla.

“Ulla!?”

Kiriko kaget saat melihat Ulla yang telah berubah dan amat berbeda dari biasanya, aura yang menyelimuti Ulla lebih kuat dari biasanya, tubuh Ulla benar-benar telah dikuasai bahkan kesadaran Ulla sudah tidak ada sama sekali, yang ada hanya kesadaran Dee dan kekuatan asli Ulla yang telah tersegel.

Darah… berikan aku darah!!

Kiriko tau apa yang dimau Ulla, dan dia menariknya sejauh mungkin dari para pendeta yang terus cekcok satu sama lain untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya.
_..._..._
Normal POV
Malam semakin larut, bulan menghiasi kota Kyoto yang masih diselimuti daun momiji yang bagaikan lautan darah. Di hutan belakang kuil terlihat Kiriko yang berusaha menghentikan Ulla agar tidak pergi keluar dan membunuh lagi.

“Kumohon hentikan… jangan sakiti Ulla lagi”

Urusai!! Yang kubutuhkan hanya darah dan daging manusia!

“Ulla sudah menderita! Jangan buat dia tambah menderita lagi”

Huh… kuharap kau diam saja… jangan menggangguku…

Kiriko terus berusaha menghentikan Ulla tapi kenyataannya gagal, Ulla kabur melewati dinding kuil seperti biasa yang ia lakukan. Kiriko hanya bisa menyesali semuanya dan berusaha mencari Ulla.

“Tidak ada waktu lagi! Aku harus mencarinya dan menghentikannya!!”

Di sisi lain para pendeta terus berdoa untuk keselamatan orang-orang Kyoto dan Ulla, walau mereka ingin membunuh Ulla tapi mereka amat menyayangi Ulla seorang gadis yang sudah mereka anggap keluarga sendiri.
_..._..._
Normal POV
Kyoto memang kota yang ramai, namun hari ini lebih ramai dari biasanya. Suara sirine polisi dan ambulan saling menyauti satu sama lain banyak mayat-mayat yang ditemui dibawah pohon momiji. Setiap mayat menggugurkan satu daun momiji, semakin banyak daun-daun momiji yang berguguran dan semakin banyak pula tangisan yang terdengar, serta jeritan minta tolong.

Masih kurang! Aku butuh lebih banyak lagi!

Perasan yang begitu haus akan darah membuat tubuh Ulla bermandikan cairan pekat itu, setiap inci ditubuhnya tidak ada yang terlewatkan semua berlumuran darah segar dari setiap mayat yang menjadi santapannya.

‘Hentikan.. kumohon…’

Kesadaran Ulla benar-benar sudah tenggelam jauh dalam pikirannya, namun dia terus berusaha untuk menghentikan tubuhnya, yang bisa dia lakukan hanya menangis sambil menatap dirinya yang dikendalikan Dee berbuat begitu kejam.

Di bawah sinar rembulan, di hutan momiji Ulla membawa mayat-mayat korbanya yang masih bisa dibawa kebawah pohon Momiji yang besar, namun daunnya tertinggal satu.Daun yang begitu merah bagaikan darah yang sesungguhnya.

Hahaha… indah bukan!? Inilah kuburan asli kalian!!

Ulla menatap pohon Momiji yang besar sambil tersenyum licik, satu lagi… ya… satu lagi korban yang harus dibunuh… dan mungkin saja setelah itu semua berakhir.

Satu lagi… dan ini akan jadi malam terakhir kita… Ulla…

Mata Ulla yang indah terus menangis sampai darah keluar dari matanya, perih dan menyakitkan itu pasti amat dirasakan hati kecil Ulla, harapannya yang untuk bebas ternyata mimpi yang tidak akan tercapai, dari kejauhan hutan seorang pria berambut biru menatap Ulla dengan kaget, butuh yang amat dikenalnya benar-benar sudah bermandikan darah, sudah terlambat untuk menyelamatkannya.

“Ulla…”

Suara lirih itu membuat Ulla menatapnya dengan senyuman yang tidak pernah ia liat, tidak ada senyuman polos dengan kebahagiaan yang ada hanya senyuman penuh penderitaan dan kebencian akan dunia.

Satu lagi bukan? Dan semua ini akan selesai… rasa sakit dan semuanya…

Ulla berjalan mendekati Kiriko dengan sebuah pisau ditangannya, Kiriko tau apa yang akan dilakukan Ulla. Dia hanya bisa pasrah dan membiarkan Ulla membunuhnya, agar Ulla terlepas dengan semua ini.

‘Larilah! Kumohon Kiriko!!’

Kesadaran Ulla dihati kecilnya mencoba menghentikan tubuhnya agar tidak menyakiti siapa pun lagi, dia tidak mau menyakiti Kiriko dia tidak peduli walau dia harus menanggung semua ini dan hidup dalam penderitaan, yang dia inginkan hanya satu Kiriko selamat dan terus menepati janjinya.

“Sayounara, Kiriko… Daisuki…”

Dengan sedikit kesadarannya yang tertinggal, Ulla mencoba menghentikan Dee yang menggendalikan tubuhnya dan membunuh dirinya sendiri. Mata Kiriko terbelalak saat melihat kejadian itu tepat dihadapannya, Ulla telah tiada begitu pun Dee dan daun terakhir itu juga telah bergugur terbawa angin dan jatuh diatas tubuh Ulla yang telah tersungkur ditanah.

“Ul…Ulla… kenapa…?”

Kiriko memeluk tubuh Ulla yang sudah tidak bernyawa, begitu dingin namun hangat. Kehangatan yang terlukis diwajahnya yang tersenyum tulus tanpa penyesalan, begitu hangat dan menenangkan. Walau Kiriko terus menangis dalam kesunyian hutan momiji, yang mengharapkan semua ini tidak pernah terjadi.

“Maaf… aku tidak bisa menyelamatkanmu… tapi malah kamu yang menyelamatkanku, semoga kau tenang disana Ulla… dan tunggulah aku…”
_..._..._
Normal POV
Langit pagi di Kyoto tidak secerah seperti biasanya, mayat-mayat korban Ulla telah dievakuasi oleh para polisi dan pihak rumah sakit yang berkerja sama. Tidak ada yang tau siapa dalang disemua kejadian ini dan para polisi masih terus menyelidiki dengan harapan yang begitu nihil.

Di kuil tempat Ulla tinggal begitu canggung, semua hanya diam menyesali apa saja yang telah mereka rencanakan untuk menghentikan Ulla. Sudah tidak ada lagi Idol of Murder yang begitu baik dan hangat walau yang dia rasakan hanya kedinginan semua orang, bahkan pohon-pohon momiji di kuil menggugurkan daun-daunya untuk menghiasi makam Ulla yang berada dibawah mereka, begitu indah… dan amat cantik…
_..._..._
Normal POV
Ketenangan sudah didapatkan orang-orang Kyoto setelah kejadian berdarah yang dilakukan Ulla, namun langit Kyoto berkata tidak.Tiba-tiba saja langit itu berubah menjadi merah dan Pohon Momiji yang besar mengeluarkan cahaya-cahaya yang indah, semua mata menatap ke langit menatap keindahan yang belum pernah terjadi. Nyawa-nyawa yang dibunuh Ulla telah tenang dan kembali ke alam seharusnya mereka berada, Kiriko yang melihat kejadian itu hanya bisa diam dan tersenyum disebelah makam Ulla.

“Bukankah mereka sudah rela kau bunuh? Apa kau sudah benar-benar tenang Ulla?”

Langit berubah menjadi cerah kembali setelah cahaya-cahaya yang berterbangan dilangit hilang, sudah tidak ada lagi daun-daun momiji yang menghiasi Kyoto. Salju mulai turun dan akan menyelimuti Kyoto yang akan menjadi putih bersih dan membersihkan warna merah dari kota ini.

Kiriko berdiri dan menatap langit yang sedang menurunkan kristal saljunya, begitu cantik namun tidak secantik daun momiji yang berguguran di musim gugur. Namun, tanpa ia ketahui Ulla memeluknya dari belakang sambil menangis sambil membisikan kata-kata terakhirnya dan menghilang.

“Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu Ulla… karena hanya kau yang ku miliki.”

-The End -


Alice : Huwee QAQ
itu adalah FF buat perlombaanku >3<
aku gak tau bakal menang atau gak dengan FF kaya gitu :v
maklum masih newbie ><)a

Flaky : anno... kami semua berterima kasih buat semua orang yang udah dukung dan ngebantu kelemahan Alice >//w//<

Alice : Hoo QwQ)b
Hontou ni Arigatou :*
#kissu readers and my friends

Flippy : ehem =w="

Alice and Flaky : Are QAQ!?
*kabur

Flipqy : Arigatou Minna-san...~


Cara Mengganti Template Blog

mungkin untuk pro atau yang sudah ahli untuk mengganti Template Blog memang sangat mudah, tapi beberapa temanku pernah ada yang bertanya "gimana cara ganti Template Blog?"
nah... sekarang saya akan mengajarkan Tutorialnya, semoga kalian mengerti :3

1. Download Template Blog, kalian bisa download Template blog diberbagai situs misalnya ke situs Blogger Template

2. Bila sudah ke download dan masih berbentuk folder RAR. kalian harus mengExtractnya terlebih dahulu (lihat gambar yang saya beri tanda panah ^^)


3. bila data untuk Template sudah didownload dan di Extract, kalian tinggal membuka Blogger kalian dan pilih Template

4. bila sudah memasuki Jendela Template pada Blog, kalian cari tulisan Cadangkan/Pulihkan


5. Saat kalian sudah mengklik Cadangkan/Pulihkan, nanti akan muncul tampilan


Ket :
1. Unduh Template Lengkap : digunakan untuk mendownload Tema lama kita
2. Choose File : untuk memilih atau mengupload Tema blog yang baru (pilih yang ini ^^)

6. setelah kalian pilih Choose File, akan muncul jendela tampilan untuk memilih/mencari folder Tema kalian.
    bila sudah ketemu pilih folder yang bertype XML


7. setelah semua langkah selesai tinggal kalian unggah dan Template blog kalian akan berubah ^^


Mudah bukan cara yang ada diatas? bila ada yang tidak dimengerti bisa kalian tanyakan ^^a
karna saya juga masih belajar dalam hal blog mem blog
hehe... ^^

がっこう (SEKOLAH)

Yoshu Minna-san... ^A^)/
O genki desu ka?

Apa aja yang kalian ketahui tentang sekolah? tentu saja fasilitasnya bukan?
Fasilitas disekolah tentu saja banyak, dan saya akan memberikan sedikit arti beberapa fasilitas yang ada disekolah ke bahasa Jepang.

Semoga ini membantu kalian semua untuk belajar ^^
kalo ada yang salah maaf ya... aku juga masih belajar :3


 -LIST-
  1.     Kyōshitsu (きょうしつ) = R. Kelas
  2.     shakaishitsu (しゃかいしつ) = Lab. IPS
  3.     XA no kyōshitsu (XA の きょうしつ) = R. Kelas XA
  4.     Rikashitsu (りかしつ) = Lab. IPA
  5.     shokuinshitsu(しょくいんしつ) = R. Guru
  6.     seitokaishitsu (せいとかいしつ) = R. OSIS
  7.     hokenshitsu (ほけんしつ) = R. UKS
  8.     hour (ホール) = Hall (Aula)
  9.     kōchōshitsu (こうちょうしつ) = R. Kepala sekolah
  10.     kantin (カンティン) = Kantin
  11.     jimushitsu(じむしつ) = R. Tata Usaha
  12.     toire (トイレ) = Toilet
  13.     toshoshitsu (としょしつ) = R. Perpustakaan
  14.     mosuku (モスク) = Masjid
  15.     konpyūtāshitsu (コンピューターしつ) = Lab. Komputer
  16.     kōtei (こうてい) = Lapangan
  17.     LL kyōshitsu (LL きょうしつ) = Lab. Bahasa (dibaca LL = eru-eru)
  18.     Keibishitsu (けいびしつ) = Pos satpam
  19.     seibutsushitsu (せいぶつしつ) = Lab. Biologi
  20.     chūshajō (ちゅうしゃじょう) = Tempat parkir
  21.     kagakushitsu (かがくしつ) = Lab.Kimia
  22.     tantōfukushitsu (たんとう ふくしつ) = R. Waka
  23.     butsurishitsu (ぶつりしつ) = Lab.Fisika

Itulah beberapa list Fasilitas yang ada disekolah ^^
semoga membantu kalian...
berikutnya yaitu, kata ganti tempat.
Kata Ganti Tempat seperti, kita memberitaukan atau menanyakan suatu tempat.
contohnya, dimana, disana, disini dan lain halnya

KATA GANTI TEMPAT


Dalam bahasa Jepang dibagi Kata Ganti Tempat dibagi berdasarkan posisi tempat/benda dengan pembicara dan lawan bicara.

    ここ : di sini → menunjukkan tempat yang dekat dengan pembicara
    そこ : di situ → menunjukkan  tempat yang dekat dengan lawan bicara
    あそこ : di sana → menunjukkan tempat yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara
    どこ :di mana? → menanyakan tempat.

Untuk menunjukkan tempat digunakan pola:

1.(tempat) は (kata ganti tempat) です。
 
Contoh: Shokuinshitsu wa soko desu.
Ruang guru di situ.
(しょくいんしつは そこ です)
Contoh percakapan =>
 
A:: Hokensitsu wa doko desuka?.
Ruang UKS di mana?
ほけんしつ は どこ ですか?
B:: Hokensitsu wa asoko desu.
Ruang UKS di sana
ほけんしつ は あそこ です

2. (tempat 1) は (tempat2) の (posisi) です。

#NB:Kita dapat menambahkan kata yang menunjukkan posisi agar suatu tempat/benda menjadi jelas letaknya seperti :
  1.     となり(sebelah),
  2.     まえ (depan),
  3.     なか(dalam).
Contoh:
Toshoshitsu wa jimushitsu no mae desu.
Perpustakaan ada di depan ruang tata usaha
(としょしつ は じむしつ の まえ です。)
 
Contoh percakapan:
A:: kantin wa doko desuka?
(Kantin ada dimana?)
カンティン は どこ ですか?
B:: Kantin wa toire no tonari desu.
(Kantin ada disebelah toilet)
カンティン は トイレ の となり です


Mungkin sebagaian kalian bingung soal rumus yang ada diatas, kenapa ada は (Ha, tapi saat ditengah kalimat dia akan dibaca Wa) lalu juga ada の (No). itu adalah apa yang akan kita sebut sebagai partikel atau seperti penyambung kalimat dalam bahasa jepang. Mungkin lain waktu saya akan menjelaskan tentang Partikel ^^

Arigatou :3


Kagome kagome


Namaku yuu, aku seorang penulis cerita. Di umur yang masih muda (17 th) aku sangat senang berkeliling dunia untuk mencari inspirasi buat cerita yang ku buat. Sekarang aku sedang mencari inspirasi di daerah terpencil yang terkenal dengan keindahan alamnya. Namun saat aku tiba di desa itu yang aku lihat hanyalah desa yang hancur dan sangat mengenaskan.

“wah… aku sudah di tipu! Desa ini sangat mengenaskan!” ucap ku sambil mengelilingi desa ini

Saat aku mengelilingi desa, aku melihat sebuah gereja yang tulisannya di coret dan di ganti oleh tulisan panti asuhan.

“panti asuhan?? Mungkin di sana ada orang dan sebaiknya aku membawa mereka ke tempat yang lebih layak!”

Aku memasuki tempat itu, di sana penuh dengan debu dan sangat kotor. Saat aku melihat sekitar ruangan itu, aku melihat sebuah surat di meja.

“jika kau ingin memasuki ruangan kau harus memakai yukata yang telah di sediakan di atas meja, jika tidak nyawamu tidak akan selamat

DR. _________”

“ahhh…. Docter siapa??” ucapku bingung karna nama sang docter tertutup darah

Aku meletakkan surat itu lagi dan mencari yukata yang mereka bilang

“ihk… kotor banget!” aku mengambil yukata yang sedikit kotor dan berdebu. Aku mengibaskan yukata itu agar debunya sedikit hilang

“uhuk… uhuk… uhuk…” aku terbatuk karna debu dari yukata

Aku menyelusuri tempat ini, saat aku melewati lorong yang terdapat anak tangga. Aku menaiki anak tangga itu, tapi sepertinya anak tangga itu tidak kuat menopang berat badanku, aku berjalan dengan sangat hati-hati dan akhirnya sampai di lantai 2. Saat berada di lantai 2, aku mendengar suara orang-orang yang menyanyi. Karna rasa penasaran aku pun berjalan keruangan itu. Saat aku membuka pintu sekelompok anak-anak dan remaja. Tubuh mereka di penuhi perban dan sebagian dari mereka tidak memiliki kaki dan tangan.

“ahh… kau siapa?” Tanya seorang anak perempuan berambut ungu, saat melihatku

“hai… ayo masuk…” ucap gadis berambut silver, sepertinya dia lebih ramah

“emm…. Iya…” aku masuk keruangan itu dan berada di antara anak-anak itu

“hai… aku alice! Siapa namamu?” Tanya gadis berambut pirang itu

“aku yuu takanashi…”

“hei yuu… kenalkan aku konan… dan ini kembaranku rai…” ucap gadis yang berambut ungu tadi dan memperkenalkan seorang pria yang ia bilang sebagai kebarannya

“aku alder… dan ini hide…” ucap salah satu pria

“hai…” sapa pria yang bernama hide

Aku berkenalan dengan yang lain. Ternyata mereka semua amat menyenangkan dan baik kepadaku.

“hei… hiru…kalian di sini siapa yang mengurus??” aku bertanya kepada seorang gadis manis berambut pirang

“emm… sama dokter…”  ucapnya sedikit ragu

“oh… ya? Apa aku boleh bertemu dokter?”

“ah!? Kau ingin bertemu docter??” Tanya hiru ragu

“iya! Aku akan membawa kalian ketempat yang lebih layak….”

“ahh… tidak usah…” jawab hiru cepat

“hei… ada apa?” Tanya konan yang mendekati kami

“ah! Konan.. apa aku boleh bertemu dokter?”

“dokter? Hm,… dockter tidak suka di ganggu…” ucap konan sambil ter senyum dan berlalu pergi

:ah…? Apa itu benar?” tanyaku ke hiru

“i..iya… “ ucap hiru

“hmmm….” Aku hanya pasrah dengan apa yang ku dapat

(panggilan untuk hiru, agar segera datang ketempatku) terdengar suara dari speker

“apa itu dokter?”

“iya…” jawab alice cepat

“hiru-chan….” Ucap cress sedih

“hei… alice, boleh aku ikut bertemu dokter?”

“tidak! Dokter tidak suka itu…” ucap alice sambil tersenyum, dan berlalu pergi

Aku bergidik melihat senyuman alice yang menyeram, mataku tertuju kea rah hiru yang sedang berjalan pergi. Perasaan aneh di dadaku dan seperti sebuah pertanyaan.

Sudah setengah jam hiru belum kembali, dan membuatku cemas serta bingung

“kenapa hiru belum kembali, apa  yang terjadi?” aku bertanya ke miyu. Gadis manis berambut pink

“mungkin dia sudah mat.. maksudku diadopsi dokter….” Ucap miyu kikuk

“diadopsi? Apa semua orang akan diadopsi?”

“emm… aku tidak tau. Tapi katanya ada 5 anak kesayangan dokter yang tidak diadopsi….”

“hmm… begitu ya”

(panggilan untuk miyu, agar segera datang keruangan ku…)

“ah?” aku sedikit sedih karna miyu akan diadopsi. Karna baru saja aku berteman baik dengannya

“hei, kalo kita berada di tempat dokter, kita akan dia apakan?” tanyaku spontan ke ruki

“akan di bunu… diadopsi!”ucap ruki sedikit kikuk

“bunuh maksudmu?”

“bu.. bukan…” ucap ruki kikuk dan ketakutan

“hmm….?” Aku semakin curiga dengan apa yang terjadi

eee

Aku masih menunggu miyu dan hiru, namun mereka belum juga kembali. Satu jam sudah berlalu dan aku melihat miyu yang kembali namun tangan kirinya sudah hilang, aku yang melihatnya kanget dan langsung mendekatinya.

“miyu… apa yang terjadi dengan tangan kirimu?” tanyaku cemas

“aku gak papa kok… tadi aku jatuh dari tangga…” ucap miyu sambil tersenyum

“begitu ya… kau harusnya hati-hati….lalu hiru mana??” ucapku karna aku ingat tangga itu memang berbahaya

“hiru… di….” Muncul keraguan di wajah miyu

“hiru sudah diadopsi…” ucap alice cepat saat memasuki ruangan in I bersama konan, rai, alder, dan hide

“owh… diadopsi….”

“i…iya…” ucap mint cepat

Aku hanya tersenyum menanggapi mereka sepertinya banyak misteri yang mereka tutupi. Seperti biasa aku menunggu dokter keruangan ini, misalnya untuk memberi makan. Tapi ternyata alder yang memasak untuk kita. Dan setiap memainkan permainan yang biasa mereka mainkan  pasti ada saja anak yang diadopsi.

“ayo kita main…” kata konan semangat

“sekarang yang ditengah hito ya…” ucap alice sambil melirik gadis tomboy yang selalu di kuncir kuda

Dan seperti biasa, bila kita main pasti alice terus yang mengaturnya

“kagome kagome.
Kago no naka no tori wa
Itsu itsu deyaru yoake no banni
Tsuru to kame  to subetta
Ushiro no showmen dare?” kami selalu menyanyikan lagu ini bila kami bermain

Aku melihat hito menutup telinganya erat-erat seperti tidak mau mendengar lagu ini dan matanya pun juga di tutup. Wajahnya mengambarkan sebuah ketakutan.

“yuu…” ucapnya pelan

“kau salah… yang di belakangmu, aku….” Ucap rai sambil tersenyum

Aku melihat semuanya tersenyum menakutkan, namun yang paling menakutkan adalah senyuman alice

“rai ayo kita main yang lain….” Ucap konan sambil melepas pegangan tangannya dan berlalu begitupun yang lain

Aku duduk di samping hito yang masih ketakutan, aku mengingat-ngingat lagu itu. Sepertinya aku pernah dengarnya di suatu tempat.

(panggilan untuk hito, harap dating keruanganku…)

Saat aku sedang asik memikirkan lagu itu, aku tersadar karna mendengar hito di panggil

“hito…?” aku melihat raut wajah hito semakin ketakutan

“aku….” Ucap hito pelan

“hito… kau di panggil dokter….” Ucap alice sedih

“i…iya…”

“hito-chan  jangan pergi….” Ucap konan memeluk hito sambil menangis

“nee… konan-chan… aku harus pergi….” Hito melepas pelukan konan dan berjalan pergi

Aku melihat raut wajah konan berubah deratis, ia tersenyum amat menyeramkan begitupun yang lain. Sudah malam hari tapi hito belum juga kembali, mungkin ia juga diadopsi sama seperti yang lain. Sekarang yang tersisa di sini hanya aku, alice, konan, rai, alder, dan hide. Aku sedikit pusing karna memikirkan ini dan akhirnya aku tertidur  pulas karna kelelahan.

eee

Ke esokkan paginya, aku berjalan-jalan mengelilingi tempat ini saat aku membuka sebuah pintu aku melihat sebuah pemakaman. Well… mungkin karna tempat ini dulu sebuah gereja. Saat aku melihat pemakaman itu aku melihat sebuah tubuh yang tergeletak di dekat sebuah makam. Aku berjalan ke tubuh itu dan aku melihat sebuah jasad tanpa kepala, aku mengingat pakaian yang ia gunakan dan aku teringat seseorang.

“KYAAAA……… HITO!!!”  aku berteriak saat teringat yukata yang di gunakan jasad itu

Ternyata teriakanku membuat alice, konan, rai, alder dan hide dating

“yuu! Kau kenapa?” alice mendekatiku yang tengah terduduk sambil menutup mata karna tak percaya dengan apa yang baru ku lihat

“hito…. Hito….” Ucapku lirih

“kenapa deng…. Akh! Itu tubuh hito!” konan yang melihat tubuh hito tanpa kepala langsung menangis sambil memeluk rai

“apa yang terjadi dengan hito…” ucap alder lirih

“labih baik kita kubur jasad hito….” Ucap hide sedih

Akhirnya kami semua mengubur jasad hito dan berdoa untuknya. Kami semua bersedih dan berduka. Tapi entah mengapa mereka menjadi tersenyum, senyuman yang menyeramkan.

“hiks… hito…” konan menangis sambil memeluk batu bisan hito, namun di balik tangisannya ia sedikit tersenyum

“semoga kau tenang di alam sana, hito” ucap rai sedih

“sebaiknya kita kembali…” ucap alice sambil menghapus air matanya dan berlalu dengan yang lain

eee

“ayo kita main…” ucap alice tenang dan semua anak menganggut setuju

“eh? Main?” ucapku bingun karna baru saja kita berduka

“iya… sekarang yang di tengah yuu…”

“kenapa aku?”

“karna sekarang giliranmu yuu…”  kata hide  sambil  tersenyum menyeramkan dan menyuruhku berjongkok

Dan seperti biasanya alicelah yang mengatur, aku juga jadi teringat bila ada anak yang di panggil dokter pasti mereka ikut menghilang. Mereka semua mulai mengelilingiku, aku mulai meresakan aura aneh saat mereka mengelilingiku. Aku menutup mata serta telingaku berharap ini cepat selesai.

“kagome kagome
Kago no naka no tori wa
Itsu itsu deyaru yoake no banni
Tsuru to kame  to subetta
Ushiro no showmen dare?” mereka mulai mengelilingiku sambil bernyanyi entah kenapa aku merasa tidak nyaman saat menjadi oni (orang yang menjadi setan, yang dalam permainan berada di tengah)

“alice?” aku menjawab dengan sangat ragu

“xixixixi…. Yuu salah….” Walau aku tak melihat mereka namun aku merasakan aura pembunuh yang kuat dari mereka.

(panggilan untuk yuu, harap datang keruanganku….)

Aku mendengar suara dokter di speker, memanggil namaku. Tapi tunggu! Apa aku juga akan diadopsi juga? Padahal aku ke sini hanya untuk mencari ide cerita dan juga menolong yang lain. Semua perasaan takut, sedih dan bingung menyatu di hatiku dan membuat  jantungku berdetak lebih kencang.

“yuu… kau di panggil dokter…” alder membangunkanku dan mengantarku keruangan dokter

Saat aku masuk ke ruangan dokter, aku seperti masuk ke ruangan operasi. Di sana aku melihat seorang pria yang tengah santai membaca berkas. Aku berjalan ke pria itu, yang mungkin saja dia itu dokter dan aku juga dapat membebaskan yang lain.

“anno… apa kau dokter?”  tanyaku ragu

“tentu… aku Dr. hayden… salam kenal yuu takanashi… kau boleh duduk di kasur itu…” ucap dokter yang bernama hayden dengan amat sangat tenang

Aku mengikuti perintah hayden, untuk duduk di kasur. Tanpa aku sadari muncul beberapa dokter yang lain dan mengelilingiku, membuat diriku seperti oni.

“aku ingin yang lain bebas! Atau tidak kalian memberikan tempat yang layak!” ucapku sedikit gemetar

“tenanglah… pejami matamu… agar dirimu menjadi tenang…”

“untuk apa!? Aku hanya ingi mereka bebas!” bentakku

“aku ingin kau tenang…” ucap hayden sambil tersenyum

Akhirnya aku menutup mataku dan merilekskan tubuhku.

“kagome…. Kagome….” Aku mendengar suara alice, Konan, rai, alder dan hide

“tenang saja…” ucap hayden sambil mengangkat rambutku katanya agar aku lebih rileks

“kagome kagome
Kago no naka no tori wa
Itsu itsu deyaru yoake no banni
Tsuru to kame  to subetta
Ushiro no showmen dare?”

Aku mendengar lagu itu dengan seksama dan merasakan perasaan aneh, seakan sebuah film pembunuhan di putar di kepalaku dan aku ingat dimana aku mendengar lagu itu saat aku melihat orang di hokum mati dan di beberapa film pembunuhan. Aku ketakutan ingin rasanya aku berteriak dan membuka kedua mataku

“TIDA…..” belum sempat aku menyelesaikan perkataanku dan membuka mataku, kepalaku sudah lepas dari tubuhnya

“akhirnya 13…” ucap salah satu dokter

Jasadku di bawa oleh alice, konan, rai, alder dan hide tapi kepalaku bernasib mengenaskan. Kepalaku di belah dengan gergaji oleh para dokter untuk mengambil otakku, ya… sekarang tempurung kepalaku telah hancur dan otakku telah di bawa oleh para dokter.

eee

Jasadku telah di kubur oleh yang lain. Mereka tetap tersenyum menyeramkan namun lama ke lamaan mereka menangis.

“maafkan kami yuu.. kami telah berbohong…. Sebenarnya dokter membutuhkan otak anak-anak untuk membuah keajaiban dan kadang mereka juga membutuhkan kaki serta tangan kami. Anak-anak yang di sayang dokter adalah kami…” ucap alice sambil menaburkan  bunga

Mungkin bila kau tidak dating mungkin salah satu dari kami akan mati, kami bersyukur kamu datang. Tapi maaf kami telah membohongimu… sebenarnya dokter berjanji bila sudah 30 hari kami akan di bebaskan, namun ternyata mereka bohong… kami tidak di bebaskan…” rai menangis sambil memeluk konan yang amat sangat sedih

“tapi berkatmu, kami bisa bebas dan merasakan sinar matahari lagi… terimaka kasih yuu….”ucap hide sambil menusukkan beberapa bambu di sekitar makam yuu

“ayo teman-teman…” ucap alder yang berjalan keluar untuk bebas dan di ikuti yang lain

eee

“kagome kagome
Kago no naka no tori wa
Itsu itsu deyaru yoake no banni
Tsuru to kame  to subetta
Ushiro no showmen dare?”

Terdengar nyanyian dari panti asuhan dan terlihat beberapa anak panti yang tengah bersedih dan yuu yang baru berkumpul, sambil melihat alice, konan, rai, alder dan hide pergi dengan senyuman gembiri. Mungkinkah kalian akan bertemu dengan anak panti yang telah mati??

mungkin saja…..

-FIN-
Powered by Blogger.

- Copyright © My World - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -